Lagu nasional sudah menjadi hal yang asing di telinga masyarakat Indonesia saat ini. Selain karena derasnya arus musik modern yang masuk, kesan tua, ketinggalan zaman, dan tidak keren menjadi stigma yang melekat dan menghambat perkembangan lagu tersebut. Padahal, di masanya, lagu nasional dan perjuangan memiliki fungsi untuk meningkatkan nasionalisme dan semangat juang untuk kemerdekaan Indonesia.

Berangkat dari permasalahan itu, Kreavi bekerjasama dengan JogjaForce mencetuskan Rupanada, sebuah gerakan untuk mengemas rupa lagu nasional dan perjuangan menjadi wujud karya seni visual selayaknya cover album yang menceritakan lagu nasional dan perjuangan tersebut. Selain itu, Kreavi ingin mengangkat kembali rasa nasionalisme serta semangat juang bagi para kreator - kreator Indonesia. Setiap kreator visual ditantang untuk mengulik lebih dalam makna yang tersimpan dari setiap lirik lagu-lagu nasional Indonesia dan menampilkannya dalam visual yang memanjakan mata.

Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri Universitas Gadjah Mada (Purna Budaya UGM)

22 - 30 Oktober 2016

ABOUT

28 Oktober 1928, pertama kalinya lagu Indonesia Raya dikumandangkan dan menjadi penanda sebuah peristiwa besar bagi bangsa Indonesia, Sumpah Pemuda.

Tidak bisa dipungkiri bahwa lagu-lagu nasional berperan menjadi salah satu media pemersatu bangsa dalam merebut kemerdekaan.





Saat ini, 88 tahun setelah lagu Indonesia Raya pertama kali diperdengarkan pada kongres Sumpah Pemuda, Indonesia sudah jauh lama merdeka dan terlepas dari penjajahan. Namun apakah Indonesia sudah benar-benar bersatu?

Saat ini tak jarang kita melihat di media konflik-konflik yang terjadi akibat isu perbedaan. Kami ingin mengangkat kembali semangat persatuan melalui karya visual yang mengangkat lagu-lagu nasional sehingga bisa menyentuh pasar yang lebih luas dan memberi dampak yang lebih besar

WHO?

Sebuah platform portfolio online yang telah menyatukan lebih dari 37.000 kreator dari seluruh Indonesia.

Jogja Force adalah komunitas desainer grafis digital yang muncul sejak tahun 2004 di Yogyakarta dan kini sudah menyebar di beberapa kota di Indonesia.